Sejarah
Al-Azhar Makassar – Gowa
Tentang Al-Azhar Makassar – Gowa

Lahirnya Sebuah Visi Pendidikan (2006–2007)
Tonggak sejarah institusi ini bermula dari visi mulia sang pendiri Yayasan Misi Mulia Education yang berkedudukan di Jl. Pengayoman No. 36 A, Panakukang Mas, Kota Makassar. Berangkat dari tekad untuk menyelenggarakan pendidikan berkualitas, yayasan mulai merintis pembukaan jenjang Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), dan Sekolah Dasar (SD). Langkah nyata diwujudkan melalui rekrutmen tenaga pendidik pada November 2006, yang disusul dengan dimulainya aktivitas operasional secara resmi pada Januari 2007.
Tak lama berselang, pada tanggal 7 Februari 2007, yayasan bertransformasi menjadi Yayasan Insan Unggul melalui Akta Notaris No. 14. Momentum bersejarah ini kemudian dikukuhkan sebagai hari jadi Yayasan Insan Unggul – Sekolah Islam Al Azhar Makassar.
Sinergi dan Afiliasi (2008)
Sebuah langkah monumental tercipta pada 25 Oktober 2008. Yayasan resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar yang berpusat di Kebayoran Baru, Jakarta. Sinergi strategis ini memberikan amanah kepada yayasan untuk mengelola dan menyelenggarakan pendidikan jenjang KB-TK-SD Islam Al Azhar 34 di Makassar, sekaligus melegitimasi penggunaan nama besar institusi “Al Azhar”.
Relokasi dan Ekspansi Berkelanjutan (2011–2014)
Seiring dengan terus bertumbuhnya kepercayaan masyarakat, pada tahun 2011 seluruh aktivitas pembelajaran dan pelayanan pendidikan direlokasi ke gedung baru yang lebih representatif di Jl. Aroeppala, kawasan Hertasning Baru. Sejak saat itu, institusi ini dikenal luas dengan nama Sekolah Islam Al Azhar Hertasning Makassar.
Yayasan Misi Mulia Education kemudian berganti nama menjadi Yayasan Insan Unggul dengan akte notaris No.14 tanggal 7 Februari 2007 sekaligus ditetapkan sebagai hari jadi Yayasan Insan Unggul – Sekolah Islam Al Azhar Makassar.
Pada tanggal 25 Oktober 2008, dilaksanakan penandatanganan MOU dengan Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar, Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran Baru untuk mengelola dan menyelenggarakan pendidikan pada jenjang KB-TK-SD Islam Al Azhar 34 di Makassar dan secara resmi menggunakan nama Al Azhar sebagai nama sekolah.
Dedikasi untuk menghadirkan layanan pendidikan yang paripurna terus berlanjut. Hal ini ditandai dengan dibukanya jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yakni SMP Islam Al Azhar 24 pada tahun 2013, yang kemudian disusul oleh peresmian SMA Islam Al Azhar 12 Makassar pada tahun 2014. Dinamika yayasan pun terus berjalan maju hingga akhirnya berganti nama menjadi Yayasan Sinergi Insan Unggul pada 23 Juli 2014.
Estafet Kepemimpinan Yayasan
Sebagai sebuah yayasan kerja sama yang menaungi institusi pendidikan besar, Yayasan Sinergi Insan Unggul telah melewati beberapa fase kepemimpinan yang masing-masing telah menorehkan sumbangsih berharga:
- Era Perintisan – 2016: Dipimpin oleh Almarhum Bapak H. Andi Baso Abdullah, SE, selaku ketua pengurus sekaligus pemilik yayasan.
- Periode 2016 – 2023: Tongkat estafet kepemimpinan dilanjutkan oleh Bapak Drs. H. Andi Patabai Pabokori.
- Periode 2023 – Saat Ini: Kepengurusan yayasan diamanahkan kepada Bapak Drs. H. Jasman Luasin, M.Ed.
Babak Baru: Perluasan Jangkauan ke Gowa (2026) Dalam perjalanannya, komitmen untuk memperluas akses pendidikan berkualitas terus direalisasikan. Berdasarkan Keputusan Pengurus YPI Al Azhar Nomor: 068/VII/KEP/YPIA-P/1448.2026, secara resmi ditetapkan penomoran dan pembukaan satuan pendidikan baru, yakni SD Islam Al Azhar 80, di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.
Dengan hadirnya ekspansi di Kabupaten Gowa tersebut, institusi ini kini bertransformasi nama menjadi Sekolah Islam Al-Azhar Makassar – Gowa. Perluasan jangkauan ini menjadi wujud nyata komitmen sekolah dalam menghadirkan lingkungan belajar yang menyenangkan (where learning is fun), membangun sinergi yang harmonis antara pendidik dan orangtua, serta menjadikan iman, takwa, dan hafalan Al-Qur'an sebagai fondasi utama. Seluruh dedikasi ini bermuara pada satu tujuan luhur: mencetak generasi emas Indonesia yang cerdas, berkarakter mulia, dan memiliki kecintaan yang mendalam pada Tanah Air.