Bukan Sekadar Manasik Haji

Manasik Haji 2026
Tanggal 28 September 2026 menjadi saksi pengalaman berharga anak-anak TK Islam Al Azhar 34 Makassar. Bagaimana tidak, pada mulanya mereka terus berlatih dengan penuh rasa penasaran.
“Kita sedang apa dan mau ke mana?” Ungkapan rasa ingin tahu itu akhirnya terjawab. Setelah berminggu-minggu mendalami serta melatih prosesi manasik haji, mereka dapat mempraktikkannya secara langsung di Asrama Haji Sudiang, Makassar.
Respons anak-anak tentu beragam. Ada yang sangat bersemangat karena melihat bus, miniatur Ka'bah, hingga momen saat mengenakan kain ihram dan pakaian putih. Identitas fisik tersebut bukan sekadar hiburan visual, melainkan menjadi sarana penanaman akidah sekaligus potret perjuangan Rasulullah.
Mengapa manasik perlu dikenalkan sedini mungkin? Di usianya yang berada pada masa golden age, momen ini sangat krusial sebagai fondasi dasar. Tujuannya adalah membentuk core memory mengenai rukun Islam. Selain itu, belajar melalui metode role play merupakan cara yang sangat efektif dalam pembentukan karakter. Tentu saja, pelaksanaan manasik anak tidak dibuat rumit layaknya orang dewasa, melainkan dikemas secara menyenangkan.
- Bukan sekadar manasik, melainkan sarana mengenalkan rukun Islam yang ke-5.
- Bukan sekadar manasik, melainkan membiasakan lisan-lisan kecil mereka melantunkan kalimat thayyibah untuk mengagungkan nama Allah.
- Bukan sekadar manasik, melainkan mengenalkan tawaf. Tidak hanya mengelilingi miniatur Ka'bah, tetapi juga memantik kerinduan terhadap Tanah Suci.
- Bukan sekadar manasik, melainkan meneladani kisah Sayyidah Hajar melalui sa'i. Lebih dari sekadar berlari-lari kecil, anak-anak diajarkan arti kesabaran, kerja keras, dan sikap pantang menyerah.
- Bukan sekadar manasik, melainkan melatih adab mengantre dan memahami simbol perjuangan melawan keburukan lewat lempar jumrah.
- Bukan sekadar manasik, melainkan menanamkan pemahaman bahwa puncak dari seluruh rangkaian ibadah adalah penyucian diri melalui tahallul.
Pendidikan agama terbaik tidak hanya diajarkan di dalam kelas, tetapi juga dirasakan dan dialami langsung secara nyata.
Semoga fondasi ini membekas kuat hingga mereka dewasa kelak.



