Pola Asuh Bertumbuh dan Beradab

30 September 2026 – KB-TK Islam Al Azhar 34 Makassar melaksanakan kegiatan parenting yang dihelat di Aula Sekolah Islam Al Azhar Hertasning Makassar-Gowa. Tema parenting yang hangat dan dekat memantik kehadiran orantua untuk belajar bertumbuh dalam mendidik anak-anak mereka dirumah. Menghadirkan praktisi parenting anak dan remaja yaitu Ibu Titin Florentina Purwasetiawatik, M.Psi., Psikolog dengan sapaan akrab Ibu Flo yang juga aktif dalam bidang pengajaran sebagai Dosen Psikologi Universitas Bosowa.

Pola asuh bertumbuh – untuk menghadirkan pola pengasuhan bertumbuh membutuhkan energi serta waktu yang tidak singkat. Membuat pola dengan anak tidak semudah menggambar pola diatas kertas. Namun ketika pola itu konsisten terjadi maka langkah berikutnya akan sangat mudah. Posisi dilematis orangtua iyalah bagaimana paradigma bertumbuh itu masuk kedalam jiwa dan raga, pasalnya pola asuh yang digunakan merupakan turunan dari pola asuh apa yang pernah kita lihat dan rasakan juga sebagai orangtua, maka penting mengubah paradigrma lewat kegiatan parenting.

Lalu bertumbuh yang dimaksud seperti apa?
bertumbuh dianalogikan seperti tanaman yang memiliki akar, batang dan daun. posisi awal sebagai orangtua penting menentukan akar dalam pola asuh itu apa? maka pemateri merekomendasikan untuk menubuhkan dasar yang kuat maka akarnya adalah menanamkan kalimat Lailahaillahllah atau kalimat thoyyibah. Bagaimana implementasinya? dalam pengasuhan orangtua harus tegas soal akidah. Pelan-pelan dikenalkan sampai menjadi kebiasaan yang susah ditunggalkan (seperti shalat dan menuhankan Allah dalam segala aktivitas).

lalu bahasa bertumbuh yang dimaksud seperti apa? kesepakatan pola antara anak dan orangtua menentukan pola komunikasi yang tumbuh dalam rumah. Pengaturan waktu yang ditentukan orangtua untuk aktivitas anak juga penting sebagai pola terstruktur. maka bu Flo menguraikan beberapa perandingan bahasa yang direkomendasikan:

  • daripada mengatakan ini “Cengeng, begitu saja menangis”
    ganti dengan “Kamu sedih ya? Bunda temani
  • daripada mengatakan ini “Kamu nakal”
    ganti dengan “Kalau mainannya dilempar bisa rusak, ayo taru dikeranjang”

maka paradigma pertama yang harus menjadi keyakinan pada tubuh orangtua adalah menerima anak sebagai manusia yang bertumbuh dan sedang belajar.

Pola Asuh Beradab – Allah telah merancang manusia dengan sebaik-baik ciptaan, hal tersebut dibuktikan dengan bawaan fitrah sejak lahir yakni kecondongan manusia pada kebenaran (baca: As syams ayat 7-8). Meyakini bahwa setiap anak yang lahir secara fitrah membawa sensor adab, jika melakukan kesalahan maka sensor dalam dirinya akan berbicata bahwa ini tidak benar. paradigma ini perlu tumbuh pada orangtua. Mendidk anak dengan logika bukan ancaman dan kebohongan. Ibu Flo merekomendasikan pola asuh beradab ini tumbuh lewat perilaku yang dilihat oleh anak, maka menciptakan atmosfir adab ditentukan oleh contoh yang diberikan orangtua.


Berita Lainnya